Ga kerasa sudah dua tahun berlalu saya meninggalkan semua kenangan indah disana. Di negri yang saya anggap bak dongeng sepanjang hari. Kenangan manis bersama dia ketika kami berdua hadir dalam sebuah pernikahan sederhana nan indah di sebuah kota kecil bernama Hippolstein.
Masih pendek juga ternyata rambut saya dulu. Berbeda dengan sekarang yang sudah saya biarkan memanjang tergerai hingga menutupi punggung. Wah, tapi ada yang sedikit berbeda dengan penampilan saya sekarang. Dulu nampaknya saya lebih singset dari sekarang. Hmm..mungkin akibat makanan yang saya konsumsi sewaktu disana lebih sehat dan aktivitas olahraga saya pun lebih terjaga ketimbang disin. Jadilah sekarang saya perlu memulai mengatur pola makan. Oke lah..bisa di atur.
But over all…saya cuman rindu dan ingin sekali sesegera mungkin kembali dan menetap disana. Kembali hidup sederhana dan tenang. I’ll be back soon Deutschland! Warte auf mich,bitte!

Enam bulan berlalu setelah peripsahan kami di Airport Suvarnabhumi-Bangkok terjadi. Rasanya masih saja kenangan itu menempel erat di dalam setiap sel-sel otak di kepala. Selama enam bulan itu pula, saya dan dia mulai banyak mendiskusikan rencana masa depan yang sebenarnya ingin bersama-sama kami wujudkan. Namun ternyata tantangan serta rintangan untuk mewujudkan mimpi itu porsisnya sangat besar. Saya dan dia akhirnya lebih banyak berselisih pendapat dan memutuskan untuk break.
Bukan hanya kesulitan dari hubungan ini saja yang saya dapatkan. Sudah dua kali mengajukan sidang akhir, ternyata dosen-dosen pembimbing saya masih saja mencari-cari kesalahan untuk membatalkan niatan itu.

Sampai akhirnya saya pun mundur lagi. Beban mental semakin banyak mengingat semua kelaurga besar sudah mulai memojokan saya dengan segala pertanyaan yang sebenarnya sangat menyakitkan perasaan ini. Kapan lulus? Kapan nikah? Mau kerja dimana nanti? Semua itu membuat saya semakin depresi akhirnya.
Dengan bermodalkan semangat seadannya, saya berusaha merangkai lagi mimpi saya. Mulai kembali mengerjakan skripsi yang banyak sekali revisiannya, kembali mempercantik dan menghargai diri ini dan mulai lagi menatap kehidupan di depan sana. Tak lama dari perubahan itu, sang pacar pun akhirnya tetap memutuskan untuk datang ke Indonesia melalui Singapura.

Sudah kepalang janji, saya pun akhirnya harus menjemputnya dulu di Singapura dan menjadi tour guide ala kadarnya untuk membawanya berkeliling negara mungil nan panas itu. Hanya 3 hari 2 malam kami habiskan disana. Saya pun masih ragu dengan status hubungan kami saat itu. Namun entah mengapa hati kecil ternyata tidak bisa berbohong. Rasa sayang saya terhadapnya ternyata masih sama kadarnya seperti dulu. Tapi entah lah dengan perasaan dia.
Cuaca Singapura yang saat itu sangat panans membuat saya harus menjaga sang Pacar dengan sangat ekstra hati-hati. Kulitnya yang putih dan baru saja menghadapi musim dingin di negaranya tentu belum bisa dengan cepat menyesuaikan diri dengan cuaca disana. Akhirnya kami pun hanya berkeliling ke beberapa tempat yang sebenarnya sangat mudah dicapai menggunakan MRT.

Untuk bisa naik MRT kita bisa saja melakukan dua proses pembayaran. Dengan cara membayar langsung ke loket sesuai tujuan atau menggunakan EZ Link Card. Biasanya jika kita sudah membeli kartu ini, kita sudah mendapat sejumlah uang di dalamnya yang dapat digunakan saat melalui mesin pengecekan kartu otomatis saat masuk ke dalam stasiun. Setiap kali menempelkan kartu di mesin itu, kita juga bisa melihat berapa jumlah saldo di dalam kartu yang masih tersisa. Jangan khawatir untuk mengisi ulang EZ Cardnya. Disetiap stasiun ada loket pembayaran yang bisa langsung membantu anda top up saldo seperti halnya mengisi pulsa handphone. Mudah bukan?

Kemudahan menggunakan sarana transportasi ini juga didukung dengan banyakanya informasi yang dapat kita jumpai baik di dalam stasiun mau pun di dalam keretanya sendiri. Banyak panel-panel informasi yang dapat mengarahkan anda sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Tinggal melihat panel dan warna pada setiap jalur serta nomer yang tertera, anda sudah bisa mengelilingin negara tetangga kita.
Buat berbagi pengalaman, saya kasih tau ya plus-minusnya jalan2 ke Sing. Nah ini dia hasilnya:
1. Singapore super panas pada hari-hari tertentu tepatnya di siang hari. Jadi bagi kalian yang liburan dengan biaya pas-pasan, tolong sediakan payung dan air mineral yang banyak di dalam tas anda. Soalnya dijamin bakal lemes dan dehidrasi jika seharian kalian jalan-jalan. Hal yang biasa saya lakukan untuk ngadem adalah naik MRT dan juga masuk Mall. Hal ini bisa sering dilakukan karena transportasi yang paling banyak digunakan disana adalah MRT dan untuk pemberhentian MRT pun banyak yang langsung masuk melalui underground mall-mall besar disana. Jadi lumayan lah ngadem dulu sebentar sambil nyicip-nyicip makanan.
2. Buat yang ga pake travel agent, usahakan sudah menyiapkan rute perjalanan dan tujuan wisata yang diinginkan. Hal ini saya saranakan kepada kalian karena mengingat jalur MRT yang cukup banyak dan ribet kalau harus mondar-mandir. Jadi harap di buat ya! Biar mengirit biaya dan tenaga.
3. Usahakan sudah menukar uang dalam bentuk dollar singapore ya! Ini diperlukan jika saja anda kesulitan mencari money changer jika pada hari-hari tertentu mereka tutup. Selain untuk memberikan rasa tenang pada anda saat berjalan-jalan, anda pun bisa menyimpannya untuk keperluan darurat lainnya.
4. Harap patuhi semua peraturan disana.Hal ini wajib hukumnya karena negara yang satu ini cukup keras memberlakukan hukuman pada tiap-tiap warganya yang melakukan suatu pelanggaran. Seperti halnya membuang permen karet sembarangan, anda bisa didendan ribuan dollar. Hayoo…siapa yang berani? Selain itu, waspadai juga berat bawaan koper anda saat kembali pulang ke tanah air. Di airport Changi, security checknya super ketat. Berat sedikit saja, anda bisa harus membayar lebih atau bahkan meninggalkan barang-barang tertentu disana. Buat cairan pun demikian. Sebisa mungkin membawa cairan di cabin sudah musti dipisahkan dalam tempat tertentu. Hal ini saya beritahukan karena saya sudah beberapa kali terkendala dengan urusan check-in yang menyebalkan kalau saya boleh bilang.
5. Siapkan biaya sesuai kebutuhan karena di Singapore semua terasa serba mahal. Hanya belanja di 7/11 aja sudah keluar duit banyak. Gimana nanti belanja di bugis dan Orchard Rd? Belum ditambah hangout di Clarke Quay sama liat-liat Chinatown, Littel India, Marina Bay, dan main-main ke Sentosa Island? Bayar tiket ke Universal studio dan naik Singapore flyer juga musti dihitung kan? Nah! Makannya, sesuaikan anggaran biaya kalian dengan rencana wisata terlebih dahulu, supaya semua tempat dapat kamu kunjungi ya!
Nah, dari semua tips perjalanan ini, saya berharap bisa membantu kalian semua yang mau melancong ke negeri sebrang ya! Sementara saya dan pacar pada akhir liburan itu pun berubah membaik hubungannya. Bersyukur, berkat short trip ke Singapore bunga-bunga asmara saya dan si dia jadi kembali mesra. Dan…pada akhirnya pun di Indonesia saya dilamar olehnya! hihi…Senangnyaaaaaa…

So, enjoy sama liburannya ya!